Jepang Terancam Punah

  • Whatsapp
Jepang Terancam Punah
(Boneka Seks (ilustrasi/ist))

digtara.com – Jepang kini terancam punah. Itu terjadi akibat turunnya jumlah penduduk mereka secara sangat signifikan.

Berdasarkan data Research Institute Tokyo, sekira 921.000 bayi dilahirkan di Jepang pada tahun 2018 lalu. Angka itu menurun sekira 25 ribu kelahiran dibandingkan pada tahun sebelumnya. Jumlah kelahiran terendah sejak tahun 1899.

Ironisnya, penurunan angka kelahiran itu berbanding terbalik dengan angka kematian yang tinggi, yang mencapai 1,3 juta orang. Dengan kondisi itu, Jepang pun terancam punah karena populasinya yang berkurang 500 ribu jiwa dalam kurun waktu 1 tahun.

Pakar demografi di NLI Research Institute Tokyo, Kanako Amano mengatakan, masalah terbesar di Jepang adalah penurunan angka kelahiran dan populasi. “Ini kami sebut sebagai bencana nasional. Jepang berada di persimpangan jalan, menghadapi ancaman kepunahan.

“Masyarakat Jepang adalah spesies yang terancam punah,”ujar Kanako seperti dilansir Mirror, Sabtu (12/9/2020).

 

BONEKA SEKS

Penurunan angka kelahiran di Jepang, salah satunya dipengaruhi oleh menurunnya angka pernikahan berbeda jenis, akibat kehadiran boneka seks. Penjualan boneka seks di negeri sakura itu, mencapai 2.000 boneka dalam satu tahun. Padahal boneka seks dijual dengan cukup mahal, seharga £4.600 atau sekira Rp82,2 juta.

Jika mengacu pada penciptaan boneka seks, pernyataan yang menguat adalah boneka seks tercipta untuk memfasilitasi laki-laki yang tak ingin terikat hubungan dengan perempuan dan ingin memiliki kehidupan yang lebih stabil karena boneka seks tidak memiliki perasaan.

Dr Kate Devlin, dosen senior dalam kecerdasan buatan sosial dan budaya di King’s College London dan seorang pakar terkemuka di bidang itu, telah memperingatkan, boneka seks dapat memperburuk krisis populasi manusia ini.

Dr Devlin mengatakan kepada Daily Star, ada kekhawatiran di negara-negara seperti Jepang, kesepian adalah masalah sosial yang besar, boneka seks dapat memperburuk keadaan. Sebab, boneka seks kini sudah dianggap sebagai teman hidup oleh sebagian laki-laki. Jadi, fungsinya sudah bergeser, dari yang tadinya hanya objek seksual, kini menjadi sahabat bahkan istri.

“Para pria yang tertarik membeli boneka seks versi wanita, mereka tak jarang mencari aspek persahabatan juga dari benda mati tersebut,”terang Kevin.

Lebih lanjut, tren boneka seks yang terus berkembang terungkap dalam sebuah film dokumenter yang ditayangkan di RT tahun lalu. Boneka seks ini disebut “Pengganti”. Film ini memperlihatkan bagaimana boneka seks dipergunakan di masyarakat Jepang dan ini memicu suasana kesepian dan keterasingan secara masif.

Penjual boneka seks Noburu Tanaka memberikan statement terkait isu ini. “Bisa memiliki boneka seks akan membuat anda merasa luar biasa. Mungkin bagi anda itu sekadar boneka, tapi bagi sebagian orang itu benar-benar nyata dan bisa melengkapi hidup,” kata juru bicara perusahaan.

“Ketika kamu bercinta dengan istrimu, mungkin ada beberapa masalah. Dengan boneka, tidak ada yang bisa dipermasalahkan,” tambahnya.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar