Belanda Rusuh Akibat Batasi Kegiatan Warga, Ratusan Remaja Ditahan

  • Whatsapp
belanda rusuh
Sebuah mobil dibakar di depan stasiun kereta di Eindhoven, Belanda setelah ratusan orang berunjuk rasa menentang kebijakan penutupan wilayah (lockdown) (int/digtara)

digtara.com – Selain menghadapi gelombang infeksi varian Covid-19 baru yang berasal dari Inggris, Belanda juga menghadapi gelombang protes menolak kebijakan jam malam untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Protes itu seluruh penjuru Belanda rusuh dan ratusan orang sudah ditangkap.

Umumnya perusuh adalah remaja berusia belasan tahun. Kepolisian Belanda menangkap setidaknya 70 orang dalam kerusuhan pada malam ketiga secara beruntun di tengah unjuk rasa penolakan terhadap keputusan pemerintah menerapkan jam malam, Senin (25/1/2021). Jadi total lebih dari 300 orang sudah ditahan karena sebelumnya, polisi telah menahan 250 orang pelaku kerusuhan.

Akan tetapi, motivasi di balik vandalisme dan insiden lain di beberapa kota, mulai dari Rotterdam dan Amsterdam hingga kota-kecil, seperti Haarlem, Geleen, dan Den Bosch, belum jelas. Foto-foto di media sosial menampilkan para perusuh menjarah toko di Den Bosch. Seorang pewarta foto juga dilaporkan terkena lemparan bata setelah dikejar perusuh yang marah.

Muat Lebih

“Demonstrasi ini telah dibajak oleh orang yang hanya menginginkan satu hal, yaitu kerusuhan,” kata Hubert Bruls, Wali Kota Nijmegen dan pemimpin organisasi keamanan lokal dalam acara televisi Op1.

Kepala Kepolisian Belanda Willem Woelders mengatakan bahwa penangkapan atas 70 orang perusuh dilakukan, Senin sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Di Twitter, Kepolisian Geleen mengatakan bahwa mereka menghadapi “remaja perusuh yang melempar petasan.” Sementara aparat menggunakan meriam air dalam menghadapi para penjarah di Rotterdam. Di Haarlem, aparat menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Wali Kota Rotterdam Ahmed Aboutaleb mengeluarkan keputusan darurat yang memberikan polisi kekuasaan lebih luas untuk menangkap. “Ada permintaan mendesak agar semuanya meninggalkan daerah itu,” cuit Dewan Kota di Twitter.

Senin malam, sejumlah wali kota di beberapa kota di Belanda mengumumkan bahwa mereka akan menerapkan tindakan darurat untuk mencoba mencegah kerusuhan agar tidak berlanjut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan