Jelang Natal, Pengusaha Bus Di Medan Keluhkan Jumlah Penumpang Menurun Akibat Covid-19.

Martua Ambarita saat diwawancara di loket Bus Sejahtera, Terminal Terpadu Amplas.
Martua Ambarita saat diwawancara di loket Bus Sejahtera, Terminal Terpadu Amplas. (digtara.com/goklas wisely)

Digtara.com

Pengusaha bus di Medan mengeluhkan jumlah penumpang yang anjlok gara-gara pandemi Corona atau COVID-19. Jumlah penumpang menjelang libur Natal dan tahun baru 2021 disebut menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Seperti yang terjadi Terminal Terpadu Amplas Medan pada hari Senin (21/12/2020), kepala perwakilan Bus Sejahtera di Medan, Martua Ambarita mengatakan jumlah penumpang naik hanya 5 persen menjelang hari Natal dan Tahun Baru kali ini.

Muat Lebih

Bila dibandingkan dengan arus mudik sebelum masa Corona, persentase menurun 40 persen. Bahkan armada yang diturunkan di tahun lalu menjelang Hari Natura, mencapai 30 bus dengan kondisi penuh terisi.

Hingga saat ini pihaknya masih menurunkan 18 unit armada untuk dijalankan dengan tingkat keterisian bangku sekitar 60 persen dari daya tampung.

Meskipun begitu, pihak penyedia jasa angkutan tetap menyediakan 40 armada untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan penumpang.

Lebih lanjut dikatakannya, daerah tujuan yang biasanya akan mengalami lonjakan penumpang adalah tujuan Kabupaten Simalungun, Tobasa, dan Samosir

Pihak jasa angkutan mengatakan tetap memperketat protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19. Setiap penumpang harus mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.

Salah seorang penumang mengatakan mendukung protokol kesehatan yang diterapkan pihak jasa angkutan. Selain memberikan rasa aman penumpang juga bisa menghindari paparan virus Covid-19.

Bagi penumpang yang tidak memakai masker, pihak jasa angkutan akan memberikan sanksi dengan menurunkan ataupun tidak boleh diberangkatkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan