Warga Alami Penyakit Kulit Diduga Akibat Limbah Pabrik, Dinkes Langkat Akan Turun Tangan

Selasa, 02 Agustus 2022 20:27
Warga Alami Penyakit Kulit Diduga Akibat Limbah Pabrik, Dinkes Langkat Akan Turun Tangan

digtara.com – Warga Lingkungan VII dan VIII, Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat keluhkan penyakit kulit yang mereka alami.

Keluhan penyakit kulit dengan efek gatal-gatal itu, dirasakan warga setelah beraktivitas di Sungai Begumit. Karena sebelumnya tak pernah mengalami hal tesebut, warga pun menduga kalau air sungai di kawasan tersebut tercemar limbah PT Ukindo yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit.

Menindak lanjuti hal itu, warga bersama camat dan kapolsek, serta anggota dewan akhirnya turun ke PT. Ukindo untuk melihat langsung pembuangan limbah perusahaan tersebut, Selasa (2/8/22).

Mereka juga mengadakan pertemuan di kantor PT. Ukindo, Desa Blangkahan, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Dari pertemuan itu, disampaikan hasil uji laboratorium oleh PT. Mutu Agung Lestari dan PT. Sucofindo Medan terhadap air sungai yang sudah dilakukan sekitar 2 pekan lalu.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, air Sungai Begumit dinyatakan normal atau masih di bawah ambang batas tercemar. Sehingga belum dapat dipastikan kalau air sungai berdampak penyakit kulit gatal-gatal.

Humas Polsek Kuala, Aiptu Ardiansyah saat dikonfirmasi membenarkan adanya pertemuan warga dengan pihak PT. Ukindo terkait dugaan pencemaran air sungai.

“Pertemuan sudah dilakukan. Untuk hasil lab, air sungai masih diambang batas normal,” katanya.

Terkait dugaan limbah yang dibuang ke sungai, Ardiansyah belum dapat memastikan. “Kalau itu butuh proses lebih lanjut. Apa sebenarnya yang membuat kulit warga gatal-gatal. Yang pasti, hasil lab air sungai masih normal,” cetusnya.

Sementara itu, Camat Kuala, Imanta Perangin-angin mengatakan, masalah tercemarnya air hingga menimbulkan penyakit kulit kepada warga masih dalam tindak lanjut oleh Dinas Kesehatan.

“Hasil lab dinyatakan kalau air sungai normal. Jadi Dinas Kesehatan akan mencari tau apa penyebab kulit warga gatal-gatal,” kata Imanta.

Untuk mencari tahu sebab gatal-gatal itu, lanjut Imanta, Dinas Kesehatan akan memeriksa warga yang mengalami gatal. “Dari keterangan pihak Dinas Kesehatan, pemeriksaan pasien ini sekitar 2 pekan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan sebab kulit warga gatal-gatal. Apakah sebab bakteri atau faktor lainnya,” jelas Imanta.

Selain menunggu hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan, warga juga akan menelusuri seputar pengolahan limbah PT Ukindo, untuk memastikan apakah terjadi kebocoran atau tidak.

Berita Terkait