Terkait Dugaan Plagiat Rektor USU Runtung Sitepu, Ini Komentar MWA

Terkait Dugaan Plagiat Rektor USU Runtung Sitepu, Ini Komentar MWA

digtara.com – Majelis Wali Amanat Universitas Sumatera Utara (USU) memberikan tanggapan terkait kasus dugaan plagiat yang menerpa rektor, Runtung Sitepu.

“Saya belum bisa mengomentari itu karena masih dalam bentuk isu – isu. Belum ada mendapatkan laporan secara resmi,” jelasnya Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Prof. Hasyim Purba kepada digtara.com melalui saluran telepon, Sabtu (16/1/2021).

Dugaan plagiat rektor USU Runtung Sitepu awalnya diketahui publik dari surat yang beredar dengan Nomor : 218/UN5.1.R2/SDM/2021, tertanggal 11 Januari 2021. Surat itu ditandatangi oleh Wakil Rektor II USU, Prof. Dr dr Fidel Ganis Siregar.

Muat Lebih

Isi surat itu menjelaskan, pihak USU harus menindak lanjuti aduan masyarakat di Lapor.go.id paling lama 50 hari.

Adapun selain Runtung, WR 3 USU juga terseret namanya terkait dugaan plagiat atas aduan masyarakat. Nama lainnya ada Farhat, Maria Kaban, Kharisma Prasetya Adhyatma, Fauriski F. Prapiska, Ginanda Putra Siregar, dan Syah Mirsya Warli.

Pelantikan Rektor Baru

Sementara itu, ia juga mengatakan untuk pelantikan rektor USU terpilih 2020 telah diserahkan kepada Kemendikbud RI. Hal itu menjadi keputusan rapat MWA yang berlangsung Jumat 15 Januari 2021.

“Penentuan jadwal pelantikan rektor terpilih, Muryanto Amin udah diserahkan seluruhnya kepada Kemendikbud karena memiliki kewenangan tertinggi,” katanya.

Ketika ditanya akan apakah sanksi plagiat yang dijatuhkan kepada Muryanto akan menggugurkannya sebagai rektor, ia menjawab bahwa tidak bisa mengomentari soal tersebut.

“Karena pembahasan itu bersifat konfidensial (bersifat pribadi) di MWA. Alasan pelantikan Muryanto diserahkan ke Kemendikbud karena sanksi plagiat yang dikeluarkan. Makanya penilaian MWA juga telah diberikan ke Kemendikbud,” bebernya.

“Di rapat MWA kemarin, Kemendikbud dimohon secepatnya untuk memberikan satu penilaian dan keputusan. Jadi kalau Kemendikbud memutuskan Minggu ini, ya dijalankan. Kalau Minggu depan bisa saja,” pungkasnya.

Ia pun menghimbau semua pihak menghargai proses yang akan dilakukan oleh Kemendikbud. Semua pihak, lanjutnya, harus menjaga kondusifitas USU sebagai lembaga universitas tertua di Sumut.

“USU harus menjadi aset bangsa yang dijaga kredibilitas dan marwahnya. Tentunya juga kepercayaan publik kepada USU harus terpelihara dengan baik,” tandasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan