Siswi SMK Disekap dan Dicabuli di Ruang Kepala Sekolah

  • Whatsapp
Siswi SMA
ilustrasi siswi SMA

digtara.com – AR (17) melaporkan seorang kepala sekolah SMK swasta di Surabaya ke Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Didampingi ayahnya S (58), ia mengadukan dugaan pelecehan dan pencabulan terhadapnya.

Di kantor polisi, S menceritakan bahwa peristiwa yang menimpa anaknya terjadi pada Desember 2019. Saat itu sang anak tengah menjalani masa magang, dan tak berkegiatan di sekolah. Namun, pada pagi hari, di tengah kondisi sekolah yang sepi karena libur akhir tahun, kepala sekolah AF, ternyata meminta AR untuk menemuinya di sekolah.

“Kejadian itu di akhir Desember 2019, tiga hari sebelum tahun baru. Saat itu sedang liburan sekolah, sebelum anak saya ada tugas magang,” kata S, di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (3/3/2021).

Muat Lebih

Di sekolah, AF mulanya mengajak AR berbincang. Hingga AF lalu menyuruh anaknya itu masuk ke ruang kepala sekolah. Di sana kemudian ia disekap dan dicabuli.

“Yang diduga melakukan itu adalah kepala sekolahnya sendiri, anak saya disuruh datang pagi hari jam 08.00-09.00 WIB, anak saya disekap, dikunci di dalam ruangannya, dan terjadilah hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Korban menceritakan, sejak awal dia tidak memiliki prasangka buruk terhadap pelaku. Mengingat AF merupakan guru dan kepala sekolah yang dihormati banyak orang.

Namun tak disangka, ternyata AF tega berbuat tak senonoh saat sekolah dalam keadaan kosong. Sebelum pencabulan terjadi, ARN memang sudah dekat dengan AF layaknya siswa dan guru. Dia sempat diajak jalan-jalan ke salah satu mal di Surabaya.

Karena saking akrabnya, ARN bergurau pada AF dia ingin beli boneka. Tak disangka, ternyata AF mengabulkan keinginanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan