Sambil Menangis, Randi Badjideh Akui Cekik Astri hingga Tewas

Senin, 20 Juni 2022 23:10
ist
Randi Badjideh memberi keterangan dalam persidangan

digtara.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang kembali menggelar sidang kasus pembunuhan ibu dan anak, Astri Manafe dan Lael Maccabee, Senin (20/6/2022). Randi menangis

Sidang yang dipimpin hakim ketua, Wari Juniati mengagendakan pemeriksaan terdakwa Randi Badjideh.

Ada hal menarik dalam sidang ini. Terdakwa Randi menangis saat memberikan kesaksian dan mengakui perbuatannya membunuh Astri Manafe.

Di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang, terdakwa mengakui kesalahannya di depan majelis hakim dan JPU serta penasihat hukumnya.

Terdakwa Randi juga menyampaikan rasa bersalahnya atas apa yang telah dilakukannya.

“Saya menyesal yang mulia,” ujar Randi sambil menitikkan airmata dalam ruang sidang.

Dalam persidangan ini, terdakwa Randi menjelaskan, setelah menjemput Astri alias Ate di kos Bayu pada tanggal 27 Agustus 2021, keduanya berkeliling menggunakan mobil toyota rush rental di sekitar Kota Kupang, hingga di Kantor Bupati Kupang di Oelamasi, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Usai kembali dari Oelamasi, Kabupaten Kupang, terdakwa Randi bersama korban Astri dan Lael terus mengelilingi Kota Kupang.

Terdakwa juga mengakui, kasus pembunuhan Astri dan Lael itu terjadi pada 28 Agustus 2021, di depan rumah jabatan Bupati Kupang atau yang dikenal dengan Hollywood di Jalan RA Kartini, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Terdakwa Randi menceritakan ia bersama korban Astri sempat bertengkar karena terdakwa ingin mengakhiri hubungannya dengan korban Astri.

Namun terdakwa meminta satu hal kepada korban Astri untuk menyerahkan korban Lael untuk tinggal bersama terdakwa Randi.

“Saya sampaikan kalau istri saya sudah tahu, hubungan ini jadi kita akhiri saja hubungan ini. Tapi saya ada satu permintaan, biar ade (Lael), saya yang jaga,” jelas Randi dalam ruang sidang.

Astri cekik Lael

Laman: 1 2

Berita Terkait