Saksi Ahli Pidana Nilai Hakim Bisa Tolak Permohonan Praperadilan Ira Ura

Rabu, 18 Mei 2022 17:34
ist
Sidang Praperadikan dengan pemohon Ira Ura

digtara.com – Mikael Feka, dosen Fakultas hukum Universitas Katolik Widya Mandiri Kupang dihadirkan sebagai ahli hukum acara pidana dalam sidang pra peradilan atas penetapan Ira Ua sebagai tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak.

Mikael Feka, dihadirkan oleh termohon (Polda NTT) dalam sidang keempat, Rabu (18/5/2022).
Dalam keterangannya Mikael Feka menilai, selaku ahli ia memberikan keterangan dalam kasus pra peradilan tersebut, berkaitan penetapan tersangka Ira Ua alias Ira.

Mikael menjelaskan, sebagai ahli yang patut dinilai ialah aspek formil bukanlah aspek materil, sehingga keterangannya sebagai ahli tidak memberikan tanggapannya berkaitan pada aspek materil.

“Intinya dalam keterangan saya bahwa dalam kasus pra peradilan yang objeknya penetapan tersangka harus menilai pada aspek formilnya saja, tidak boleh masuk pada aspek materil,” ujar ahli usai persidangan.

Mikael menambahkan, ia diajukan sebagai ahli dari pihak termohon atas penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Polda NTT kepada Ira Ua.

“Hari ini saya diajukan sebagai ahli oleh pihak termohon (Polda NTT), terkait pra peradilan Ira Ua dalam penetapan tersangkanya dalam kasus pembunuhan Astri dan Lael,” ujarnya.

Menurut dia, sebagai ahli tidak dapat memberikan keterangan yang masuk pada aspek materil, karena yang berhak menilai hal itu ialah majelis hakim.

“Karena bila masuk dalam aspek materil, maka ini mengabaikan hak dari korban ataupun keluarga korban. Oleh karena itu, memang tentang objek pra peradilan khusus yang penetapan tersangka hanya boleh menilai pada aspek formil yaitu termohon menetapkan Ira sebagai tersangka sudah ada tidaknya 2 alat bukti,” jelasnya.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait