Rektor ITM Versi Yayasan: Tidak Ada Dualisme! LLDikti Penyebab Sanksi Berat

  • Whatsapp
ITM Diberi Sanksi Berat, Dilarang Terima Mahasiswa dan Laksanakan Wisuda
ITM Diberi Sanksi Berat, Dilarang Terima Mahasiswa dan Laksanakan Wisuda (digtara.com/alfiansyah)

digtara.com – Rektor Institut Teknologi Medan (ITM) versi Yayasan Dwiwarna, Ir Ramlan Tambunan, menyebutkan bahwa LLDikti Wilayah I Sumatera Utara (Sumut) sebagai penyebab turunnya sanksi administrasi berat. Rektor ITM Versi Yayasan: Tidak Ada Dualisme! LLDikti Penyebab Sanksi Berat

Terkait adanya surat penjatuhan sanksi administratif yang diberikan oleh Kemendikbud kepada Kampus ITM pada tanggal 26 Agustus 2020 lalu, Ramlan menuding pihak LLDikti lah yang menganggap kampus ITM memiliki dualisme kepemimpinan.

“Karna perbuatan mereka (LLDIKTI) membuat seperti itu sehingga pemerintah menganggap ada dualisme. Sebenarnya dari kita menganggap enggak ada, mereka yang bikin itu, kalau ada keputusan seperti itu, ya kita terima,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020).

Muat Lebih

Ia mengatakan bahwa konflik dualisme kepemimpinan di kampus ITM tersebut akan berakhir apabila Yayasan Dwiwarna dan Pembina Kampus dapat berdamai.

“Sekarang ini kan yang berkonflik itu pemilik dengan pemilik, kalau mereka tidak mau mengakhiri, kita sebagai pekerja mau bilang apa, saya hanya pelaksana akademis,” katanya.

Ramlan berharap agar yayasan dan pembina segera mengahiri konflik yang ada, sebab ITM adalah lembaga pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa.

Baca: Rektor ITM Versi Sidang Senat Klaim Sanksi Berat Tidak Merugikan Mahasiswa

“Harusnya Pak Cemerlang (Yayasan) dan Pak Mahrizal Masri (Pembina) memikirkan itu, karena mereka yang berkonflik saat ini. Harapannya kembali baguslah,” pungkasnya.

Tidak ada Dualisme

Terkait dualisme kepemimpinan antara dirinya dan Dr. Kuswandi, Ramlan menjelaskan bahwa dirinya adalah rektor yang sah yang diberi amanah oleh Yayasan dan mengatongi sertifikat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar