Rekam Jejam Kelompok Manfred Vatem, Pembunuh 4 TNI di Posramil Maybrat

Senin, 06 September 2021 13:03
int
Dua anggota kelompok separatis teroris Manfred Vatem yang sudah diamankan

digtara.com – Manfred Vatem disebut-sebut sebagai pentolan kelompok yang menyerang Pos Koramil Persiapan Kisor Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Papua Barat. Kelompok ini punya rekam jejak penyerangan terjadap aparat.

Sebelum menyerang TNI, ternyata kelompoknya juga pernah menyerang anggota Brimob di Teluk Bintuni.

“Dia saat ini DPO, dulu pernah dia melakukan pembunuhan tapi bukan di situ, di dekat Bintuni. Dia pernah serang Brimob,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, Kolonel Art Hendra Pasilerron melansir detikcom, Senin (6/9/2021).

Baca: 4 Prajurit TNI Dibunuh KKB Papua Pakai Parang, Pangdam Kerahkan 2 Peleton Buru Pelaku

Hendra menyebut Manfred tak memimpin kelompoknya sendirian. Masih ada satu lagi pentolan kelompok separatis teroris (KST) atau KKB (versi yang lain) yang bersamanya. Tapi Hendra belum dapat mengungkapkan ke publik.

“Diduga kelompoknya dia dan dia pentolannya. Ada lagi satu, tapi kami masih dalami lagi,” sambung Hendra.

Hendra juga menyampaikan Manfred tercatat sebagai Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Kisor.

“Pelaku atas nama Manfred Vatem adalah Ketua KNPB Kisor. Jadi kelompok penyerang kemarin adalah kelompok KNPB,” imbuh Hendra.

Masih kata Hendra, hingga kini aparat TNI-Polri masih meningkatkan kewaspadaan pascapenyerangan posramil di Maybrat. Namun, lanjut Hendra, peristiwa tersebut dipastikan tak akan membuat cara bersikap TNI ke warga setempat berubah.

“Kewaspadaan personel (di Maybrat) lebih ditingkatkan. Namun kami tidak merubah cara bertindak, persepsi kami kepada masyarakat setempat. Kami tetap dengan semangat persaudaraan, semangat gotong royong bersama rakyat,” ucap Hendra.

“Karena kami tidak cuma menjaga diri sendiri, tetapi tugas kami menjaga masyarakat Papua Barat agar merasa tetap aman. Ini TNI saja bisa mereka perlakukan seperti itu, apalagi masyarakat? Kami tidak akan membiarkan mereka meneror masyarakat,” pungkas Hendra.

Peristiwa Penyerangan

Laman: 1 2

Berita Terkait