Proyek Roboh di Sidimpuan, APH Diminta Segera Periksa Dinas PUPR

Jumat, 24 Desember 2021 15:35

digtara.com – Biaya pembangunan proyek Dek Paret PUPR Kota Padangsidimpuan, di Gang Lestari, Kelurahan Tobat, Kecamatan Padangsidmpuan Utara, Kota Padangsidimpuan diduga dimark up. Sebab pondasi dan besi cor tidak sesuai RAB sehingga satu rumah warga ambruk.

Kejadian ambruknya rumah warga tertimpa dek paret milik PUPR tersebut pada Rabu, (15/12/2021) lalu.

Dari hasil investigasi digtara.com di lokasi bangunan paret tersebut sangat amburadul, dimana besi cor yang digunakan yakni ukuran 6 mm dan 8 mm yang seharusnya 12 mm dan tidak bervariasi tiap besinya.

Selain itu, behel (cincin) menggunakan besi pengikat 4 mm dimana seharusnya sesuai standarisasi proyek pemerintah harus menggunakan minimal besi ukuran 6 mm agar bisa mengikat besi ke empat sisi.

Salah seorang warga Kelurahan Tobat, Asman Harahap, berharap agar penegak hukum segera memeriksa proyek tersebut karena sudah sangat merugikan warga sekitar.

“Itu pondasinya harus di cek karena kedalaman pondasi juga diduga sudah tidak beres, selain besi juga campuran semennya gampang lebur. Kita harap penegak hukum untuk segera turun karena warga sudah korban langsung, ” kata Asman Harahap.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, AKP Bambang Priyatno saat dikonfirmasi digtara.com terkait permintaan warga tersebut mengatakan akan segera malakukan lidik.

“Akan kita lidik segera, apalagi itu merupakan keluhan warga tentu harus kami sahuti, ” kata Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, AKP Bambang Priyatno.

Berita Terkait