Polisi Amankan 7 Orang Terkait Tewasnya Santri Baitur Rahman Paluta

Rabu, 25 Mei 2022 21:05

digtara.com – Sebanyak 7 orang santri Ponpes Baitur Rahman di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), terduga pelaku pembunuhan salah seorang santri berinisial AS, warga Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, diamankan oleh polisi, Rabu (25/5/2022).

Ke-7 pelaku tersebut diamankan dari rumah masing yang berada di Padang Lawas dan Paluta.

“Mereka sudah diamankan di Mapolres Tapsel,”ujar Kapolres Tapsel, AKBP Roman Smaradhana Elhaj kepada wartawan.

Dia menjelaskan, ke-7 pelaku yang diamankan itu merupakan santri dari ponpes tersebut.” Mereka santri disitu juga” Katanya.

SEBELUMNYA

Santri di Paluta Tewas Didalam Pondok Dengan Luka Lebam, Diduga di Aniaya

Diduga dianiaya, seorang santri ditemukan tak bernyawa (tewas) di pondok Pesantren Baitur Rahman, di Desa Parau Sorat, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut).

Diketahui korban atas nama AS (13), santri kelas 2 tingkat Madrasah Tsyanawiyah Pondok Pesantren Baitur Rahman, Rabu (25/5/2022).

Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), AKBP Roman Smaradhana Elhaj saat dikomfirmasi mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Di sekujur tubuh korban terdapat sejumlah luka lebam yang diduga akibat dari kekerasan.

Menurut Roman, hasil pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara(TKP) pelaku kekerasan diduga lebih dari satu orang.

Para pelaku, lanjut Kapolres, sudah terindentifikasi dan saat ini dalam pengejaran Polisi.

“Pelaku lebih dari satu orang, kita sudah mengetahui identitas para pelaku saat ini tim Satreskrim Polres Tapanuli Selatan sedang mengejar para pelaku,” ungkap Kapolres.

Kasus pembunuhan Santri AS ini diketahui pada Senin (23/5/2022) lalu.

Kondisi korban saat ditemukan mengalami luka luka lembam di sekujur tubuh korban yang diduga akibat kekerasan.

“Kita mendapat laporan dari pihak pondok pesantren pada senin lalu,” terang Roman.

Laman: 1 2

Berita Terkait