PLN Tambah 100 Megawatt Pasokan Listrik di NTT

Rabu, 27 Juli 2022 20:49
ilustrasi PLN

digtara.com – Perusahan Listrik Negara (PLN) bakal menambah pasokan listrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 100 megawatt (MW).

Ini merupakan salah satu proyek strategis nasional sebagai bentuk upaya perseroan dalam meningkatkan pasokan dan menjaga kehandalan listrik, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.

Pimpinan Inti Karya Persada Teknik (IKPT), Gunawan Yunarto, Rabu (27/7/2022) mengakui pembangunan PLTU Timor 1 di Dusun Panaf, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang mulai dibangun sekitar December 2019 lalu.

Sarana ini akan mensuplai sistem kelistrikan Timor sebesar 100 Megawatt (MW), yang meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Malaka, serta Kabupaten Belu.

Dengan adanya tambahan 100 MW, diharapkan dapat mendukung investasi di Pulau Timor dan dapat menopang kegiatan investasi dan perekonomian masyarakat NTT sesuai visi misi pembangunan pemerintah.
Disebutkan bahwa PLTU Timor-1 yang saat ini masih dalam tahap konstruksi telah berhasil melaksanakan proses pengujian pemadatan dengan air atau boiler hydrotest Unit#1 PLTU Timor-1 beberapa waktu lalu.

Keberhasilan ini menjadi salah satu tahapan penting atau milestone proses penyelesaian pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Timor-1 (2 x 50 MW).

“Dengan keberhasilan pengujian pemadatan air atau boiler hydrotest Unit#1 ini menandakan bahwa keandalan Boiler di tekanan yang di syaratkan, telah ter-sertifikasi dengan baik,” ujarnya.

Hal ini sangat penting dalam tahap pembangunan PPLTU dikarenakan, nanti nya boiler sebagai jantung dari PLTU akan beroperasi di tekanan tinggi.

“Sehingga dengan ter-sertifikasi-nya hasil pengujian pemadatan air atau boiler hydrotest Unit#1 ini menandakan bahwa boiler Unit#1 telah siap untuk fase lebih lanjut, yaitu individual test dan commissioning, sebelum tahap start-up dan operasional,” tambahnya.

PIhak PLN dan kontraktor berkomitmen penuh terhadap kesiapan dan kehandalan PLTU Timor-1 ini dengan memperhatikan sertifikasi kesiapan setiap peralatan di PLTU Timor-1 oleh ahli yang tersertifikasi Nasional.
Setiap tahapan utama (milestone) pembangunan PLTU selalu melibatkan tim konstruksi dan ahli-ahli yang tersertifikasi Nasional.

Sebagai contoh, keberhasilan pengujian pemadatan air atau boiler hydrotest Unit, dilakukan di bawah pengawasan Ahli K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan (PUBT) dari Disnakertrans Provinsi NTT.

Selanjutnya, perjalanan menuju pengoperasian PLTU Timor-1 semakin dekat.

Progress konstruksi nya sudah mencapai 71 persen sampai dengan bulan Juli 2022.

Direncanakan tahap backfeeding Unit#1 akan dilaksanakan di bulan November 2022 dan commercial operation date (COD) Unit#1 di tahun 2023.

Listrik yang dihasilkan akan dikirimkan melalui system tegangan tinggi (SUTT), melalui gardu induk – gardu induk yang telah dibangun sehingga pemanfaatan energi listrik ke depan akan mampu menopang dan mendorong kegiatan ekonomi daerah, sebagai bentuk komitmen PLN dalam meningkatkan pasokan dan menjaga keandalan listrik. (imanuel lodja)

Berita Terkait