Petugas dan Warga Bakar Bangkai Paus yang Terdampar di Pantai Panfolok Sulamu

Senin, 03 Januari 2022 06:59
ist
Warga membakar paus sperma yang terdampar

digtara.com – Bangkai paus yang ditemukan membusuk di Pantai Panfolok, Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, dibakar oleh petugas dari BKPPN Kupang dan BBKSDA NTT yang dibantu masyarakat setempat, Minggu (2/1/2022).

Menurut masyarakat, bangkai paus tersebut awalnya mengapung di sekitar bibir pantai, namun karena diterjang gelombang, bangkai mamalia laut yang telah busuk ini terdampar hingga daratan.

“Kami) lihat pertama pikir perahu yang mau turunkan ikan karena besar sekali. Saat ombak pukul ke darat baru kami tahu, ternyata paus yang sudah mati,” ujar Yehezkiel Patola.

Menurutnya, bangkai paus sperma itu terdampar di pantai Panfolok, Rabu (29/12/2021), sekitar pukul 09.20 Wita.

Mereka baru melaporkan kepada pihak kepolisian sektor (Polsek) Sulamu pada, Sabtu (1/1/2022) karena jarak ke ibukota kecamatan yang jauh, ditambah ketiadaan jaringan telepon di desa itu.

“Setelah ketemu di pantai pada Rabu pagi, saya langsung pergi ke kampung dan beritahu tentang hal ini, jadi kami masyarakat penuh disini untuk lihat langsung paus ini. Kami baru lapor di polisi hari Sabtu kemarin,” jelasnya.

Warga lain bernama Piter Therik menambahkan, mereka sering melihat paus melewati laut disekitar Panfolok, namun baru kali ini mereka menemukan bangkai paus.

“Kami dari pantai sering lihat paus lewat sini, saat mereka lewat itu nanti sembur air keluar jadi kami lihat,” ujar Piter.

Piter mengungkapkan, petugas menjelaskan kepada mereka bahwa bangkai paus itu harus dibakar untuk menghindari masyarakat dari penyakit, yang ditimbulkan oleh bangkai tersebut.

Laman: 1 2

Berita Terkait