Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Binjai Dinilai Kurang Maksimal

Jumat, 01 Juli 2022 15:36
ist
Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Binjai Dinilai Kurang Maksimal

digtara.com – Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Binjai dinilai belum berjalan maksimal. Hal itu dapat ditandai dengan banyaknya puntung rokok yang berserakan dibeberapa Instansi atau lembaga yang ada di Kota Binjai.

Padahal, Pemerintah telah membentuk aturan terkait KTR yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Binjai Nomor 3 Tahun 2018, tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Ketua DPRD Kota Binjai, H. Noor Sri Syah Alam Putra ST sangat menyayangkan kondisi tersebut. Dengan tegas dirinya pun meminta anggota DPRD Binjai, untuk tidak merokok di gedung dewan.

Baca: Dinilai Bahayakan Lingkungan, Warga Binjai Timur Ancam Demo Terkait Keberadaan Tiang Tower

“Selama ini saya menilai (Perda Kota Binjai Nomor 3 Tahun 2018, tentang KTR) kurang maksimal. Untuk itu saya minta kepada anggota DPRD Binjai agar tidak merokok di gedung ini,” tegasnya, Jumat (1/7/22).

Dirinya juga menegaskan bahwa pembentukan produk hukum tersebut sudah menyita banyak anggaran dan tenaga agar bisa diwujudkan.

“Coba kalian cek juga di kantor-kantor yang ada di Kota Binjai ini, saya yakin masih banyak yang melanggar Perda tersebut. Di dalam Perda tersebut kan sudah jelas diatur mana kawasan yang tidak dibatasi untuk aktifitas merokok. Saya menilai salah satu penyebabnya adalah lemahnya pengawasan dan penindakan pemerintah membuat masyarakat enggan patuh,” ungkapnya.

Ditegaskannya, didalam Perda tersebut dijelaskan tentang kandungan zat adiktif yang sangat berbahaya bagi manusia. “Di dalam Perda itu juga dituliskan bahwa asap rokok tidak hanya membahayakan bagi si perokok itu sendiri, tetapi orang lain yang berada disekitar perokok,” ujar H.Kires, seraya menambahkan bahwa asap rokok mengandung lebih dari 4.000 jenis senyawa kimia dan sekitar 400 jenis diantaranya merupakan zat beracun.

Laman: 1 2

Berita Terkait