Nyaru Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Bandar Narkoba Saat Akan Transaksi di Rumahnya

Senin, 16 Mei 2022 23:19

digtara.com – SP (29), terduga bandar narkoba jenis sabu-sabu, warga Jalan Sei Mencirim, Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai ditangkap pihak kepolisian Sat Narkoba Polres Binjai dirumahnya, Senin (16/5/22).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapatkan seorang pria berinisial AS (21) warga Jalan Sei Bahorok, Lingkungan VIII, Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai sedang berada di lokasi.

Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Junaidi mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berawal saat pihak kepolisian Polres Binjai menerima informasi dari masyarakat bahwasanya di lokasi sering terjadi jual beli narkoba jenis sabu-sabu.

“Dari laporan itu, Kapoles Binjai, AKBP. Ferio Sano Ginting, SIK langsung memerintahkan anggota untuk melaku penyelidikan, mengingat narkoba saat ini sudah sangat meresahkan bagi masyarakat,” terang Junaidi, Senin (16/5/22) malam.

Selanjutnya, petugas Sat Narkoba Polres Binjai melakukan under cover buy dengan manyamar menjadi pembeli dan menghubungi pelaku via telpon dengan memesan sabu-sabu seberat 2 (dua) ons.

“Kemudian petugas dan pelaku sepakat untuk bertemu di TKP, dan setelah bertemu di rumah pelaku, petugas yang menyamar menanyakan sabu yang sudah di pesan via telpon, kemudian pelaku menujukan 1 bungkus yang di duga sabu, dan pelaku mengatakan adanya 50 gram dengan harga Rp 10.000.000,” papar Junaidi.

Pada saat tersangka SP sedang memperlihatkan narkoba tersebut, petugas langsung melakukan penangkapan. Disaat melakukan penggeledahan, petugas juga mengamankan AS yang saat itu sedang berada di lokasi.

“Petugas langsung melakukan interogasi di TKP terhadap AS, kemudian dia mengakui bahwa narkoba jenis sabu-sabu tersebut adalah miliknya,” terang Junaidi.

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti satu bungkus di duga sabu seberat 50,85 gram, satu unit HP merk Vivo dan satu unit sepeda motor CRF BK 5503 RBD.

Atas perlakuannya, tersangka SP dan AS dikenakan melanggar pasal 114 ayat 2 subs 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.