MUI Kota Medan Imbau Ustadz Tingkatkan Kualitas Dakwah

Rabu, 13 Oktober 2021 12:24
ist
Wakil Ketua Umum MUI Kota Medan, Drs Burhanuddin Damanik, MA, diacara Sosialisasi Implementasi Perwal Kota Medan Nomor 32 Tahun 2021 tentang pemberian dana jasa pelayanan kepada warga pelayan masyarakat, Oleh Komisi Hukum, HAM dan Anti Narkoba MUI Kota Medan, Rabu (13/10) di aula kantor MUI Kota Medan.

digtara.com – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan mengimbau para ustadz/ustadz di Kota Medan, dapat meningkatkan kualitas materi dakwah sesuai jenjangnya ke masyarakat.

Hal ini agar umat tidak bingung terjadap kajian yang disampaikan, karena banyak umat ingin langsung mengikuti apa yang dikatakan Ustadz/ustadzahnya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Kota Medan, Drs Burhanuddin Damanik, MA, diacara Sosialisasi Implementasi Perwal Kota Medan Nomor 32 Tahun 2021, tentang pemberian dana jasa pelayanan kepada warga pelayan masyarakat, oleh Komisi Hukum, HAM dan Anti Narkoba MUI Kota Medan, Rabu (13/10) diaula kantor MUI Kota Medan.

Acara menghadirkan narasumber lainnya, Anggota Komisi Hukum, HAM dan Anti Narkoba MUI Kota Medan, M Hasbi Simanjuntak, SH, MH dan perwakilan Plt Kadis Sosial Kota Medan, Fakhruddin Harahap. Dengan peserta para ustadz/ustadzah penerima dana jasa pelayanan Pemko Medan, Pengurus MUI Kota Medan dan Ketua Komisi Hukum, HAM dan Anti Narkoba MUI Kota Medan, Majda El Muhtaj, M Hum, Sekretaris Drs Suriono, MH dan anggota.

Dikatakan Burhanuddin, materi dakwah yang disampaikan para ustaz/ ustazah sangat penting bagi jamaah karena menjadi tuntunan hidupnya.

“Jangan maksud hati mau membuat pencerahan kepada jamaah, tapi malah membuat jamaah bingung terhadap yang disampaikan pada ustad/ustadzah itu. Hindari membicarakan hal khilafiah karena itu membuat bingung masyarakat. Jangan lagi menyampaikan mazhab ini dan itu, karena umat bisa mencari nya di google dan YouTube dengan berbagai pendapat. Tapi yang dibutuhkan langsung ketegasan atau arah yang dipilih ustadz bersangkutan, karena jamaah biasanya ingin langsung mengikuti apa yang jadi pilihan ustadz tersebut,” kata Burhanuddin.

Metode-metode penyampaian kajian para ustadz itu, lanjut Burhanuddin, harus disesuaikan untuk memudahkan kajian itu kepada masyarakat agar yang disampaikan bisa diterima jamaah dengan mudah.

Laman: 1 2

Berita Terkait