Modal Rp 2000, Pria di Kota Kupang Ini Paksa Bocah Lakukan Oral

Senin, 16 Mei 2022 17:07
ist
Pelaku yang memaksa anak oral seks

digtara.com – Dua orang bocah pria di Kota Kupang menjadi sasaran aksi cabul dari seorang pria yang bekerja sebagai buruh kasar. Para bocah dipaksa lakukan oral kelamin pelaku dengan iming-iming uang Rp 2.000.

Orang tua para korban tidak terima sehingga melaporkan peristiwa memalukan ini ke ketua RT dan ke polisi di Polsek Maulafa, Senin (16/5/2022).

Tindak pidana pencabulan anak dibawah umur ini terjadi di kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Polisi pun mengamankan pelaku MP alias Markus alias Mau (52), buruh kasar yang juga warga Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Korban masing-masing APL (9) dan FS (10). Keduanya bocah tersebut merupakan siswa sebuah sekolah dasar di kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Kejadiannya bermula pada Jumat (13/5/2022) siang sekitar pukul 13.00.

Saat itu FS dan korban APL sedang bermain di kos-kosan miliki ketua RT 36 Kelurahan Oepura, Apeles Koelimon.

Melihat korban APL dan FS sedang bermain, pelaku memanggil FS dan APL untuk masuk ke salah satu kamar kos untuk mecabut mofak (uban) pelaku.

Selang beberapa saat kemudian pelaku menyuruh FS masuk ke kamar mandi dan pelaku mempertontonkan kelamin pelaku ke FS.

Namun saat itu APL dan FS langsung kabur meninggalkan pelaku di kos- kosan.

Sekitar pukul 16.00 wita, korban APL kembali bermain di halaman kos-kosan.

APL kembali dipanggil oleh pelaku ke salah satu kamar kos-kosan.
Korban APL pun masuk ke kamar dan saat itu pelaku menyuruh korban APL untuk memijat kaki pelaku.

Korban APL pun mengikuti permintaan pelaku.

Beberapa saat kemudian pelaku menyuruh korban untuk mengocok dan mengisap kemaluan pelaku hingga mengeluarkan cairan (sperma).Setelah melakukan aksinya pelaku kemudian memberikan uang sebesar Rp 2.000 kepada korban.

Keesokan harinya, Sabtu (14/5/2022) pelaku memanggil korban APL lagi dan mengulangi perbuatannya dan memberikan uang Rp 2.000.

Senin (16/5/2022), FS menceritakan kejadian tersebut ke orang tuanya.
Orang tua FS, OS (34) kemudian memberitahukan orang tua korban APL sehingga orang tua korban APL dan para saksi mencari pelaku yang sedang bekerja di rumah Apeles Koelimon.

Laman: 1 2

Berita Terkait