Misteri Pembunuhan Firaun Terungkap dengan Teknologi CT Scan

  • Whatsapp
Pembunuhan Firaun
Mumi Firaun Seqenenre Taa II (int/digtara)

digtara.com – Sejak mumi Firaun Seqenenre Taa II ditemukan pada 1880, para ahli sepakat kalau penguasa mesir kuno itu mati dibunuh. Namun bagaimana pembunuhan Firaun itu terjadi, masih jadi misteri. Terbaru, para ahli mengungkap fakta dari hasil penelitian menggunakan teknologi CT Scan.

Para ilmuwan diketahui telah memeriksa fisik mumi itu dengan cara melakukan rontgen pada tahun 1960-an. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka parah di kepala yang memicu berbagai teori tentang penyebab kematiannya.

Teori awal ia dibunuh akibat konspirasi istana. Yang kedua ia mati sebagai tawanan musuh bernama Hyksos. Firaun Seqenenre Taa II adalah pemimpin Mesir Selatan selama pendudukan Mesir oleh Hyksos.

Namun dalam hasil penelitian dipublikasikan di Frontiers in Medicine (17/2/2021), ilmuwan mengungkap fakta lain. Dari hasil CT scan untuk merekonstruksi tulang dan jaringan lunak Seqenenre Taa II dalam tiga dimensi, terungkap pemahaman yang lebih rinci tentang momen terakhirnya.

“Seqenenre Taa II kemungkinan besar ditangkap dalam pertempuran melawan Hyksos. Hyksos adalah sebuah dinasti Asia yang menduduki Mesir pada saat itu. Ia kemudian dipukul sampai mati dan tangannya terikat di belakang punggungnya,” ungkap jurnal tersebut.

Para ilmuwan berkata Seqenenre Taa II meninggal dalam pertempuran untuk membebaskan kerajaannya, bukan dengan cara yang memalukan, seperti konspirasi istana yang disampaikan para peneliti sebelumnya.

Melansir Frontiersin, CT scan menunjukkan bahwa Seqenenre meninggal pada usia empat puluhan. Kondisi tangan Seqenenre Taa II yang cacat menunjukkan bahwa kemungkinan besar akibat dipenjara dengan tangan terikat.

Berdasarkan analisa, Seqenenre Taa II kemungkinan besar meninggal di lokasi yang jauh dari tempat pemakamannya, mungkin di medan perang. Pembalsem terhadap Seqenenre Taa II dinilai sebagai upaya menyembunyikan luka.

Mumifikasi pun diduga dilakukan di tempat mumifikasi kerajaan, bukan di lokasi yang kurang peralatan.

Pada akhirnya, kematian Seqenenre Taa II memotivasi penerusnya untuk melanjutkan perjuangan menyatukan Mesir dan memulai kerajaan baru.

Seqenenre Taa II adalah raja Mesir yang memerintah Mesir Selatan pada akhir Dinasti ke-17 (sekitar 1558-1553 SM). Sedangkan Hyskos kemungkinan adalah sekelompok gembala Asia yang menduduki bagian utara Mesir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan