Mahasiswa Alor Tewas Saat Bentrok di Matani-Kupang, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Kamis, 30 Desember 2021 08:11

digtara.com – Kasus tawuran, penganiayaan, pengeroyokan yang menyebabkan satu orang mahasiswa asal Kabupaten Alor tewas ditikam masih ditindak lanjuti Polres Kupang.

Kasus tindak pidana pembunuhan ini terjadi pada Jumat (23/4/2021) lalu sekitar pukul 15.00 Wita, di samping kiri rumah Thomas Fongo Di RT 020/RW 006, Dusun III, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT.

Dalam peristiwa ini, satu orang mahasiswa asal Kabupaten Alor, NTT, Aser Deplis Mapada (20) asal Desa Maleipea, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor meninggal dunia karena ditikam.

“Sudah dilakukan gelar perkara ulang dan kita tetapkan satu tersangka. TD menjadi tersangka pembunuhan terhadap korban Aser Deplis Mapada,” ujar Kapolres Kupang, AKBP Aldinan RJH Manurung melalui humas Polres Kupang, Aipda Lalu Randy Hidayat Rabu (29/12/2021) malam.

Setelah melakukan penyelidikan kasus ini, dilakukan beberapa kali gelar perkara oleh penyidik.

“Menaikkan status perkara dari tingkat lidik menjadi sidik di Polsek Kupang Tengah dan memberikan SP2HP kepada keluarga korban,” ujarnya.

Pada Kamis (23/12/ 2021) pekan lalu, penyidik Polsek Kupang Tengah melakukan gelar perkara ulang untuk penetapan tersangka.

Gelar perkara dipimpin Kasat Reskrim Polres Kupang AKP Wahyu Agha Ary Septyan S, SIK.

“Ditetapkan seorang tersangka berinisial TD. Dalam hasil penyidikan dan fakta hukum yang diperoleh telah memenuhi 2 alat bukti sebagaimana diatur dalam pasal 184 KUHAP serta unsur – unsur pasal yang disangkakan yakni pasal 338 KUHP subs pasal 351 ayat (3) KUHP telah terpenuhi,” tandasnya.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait