Kupang Mencekam: Internet dan Listrik Padam, Toko Seng Diserbu Warga

  • Whatsapp
Korban Meninggal Tanah Longsor dan Banjir di Lembata Jadi 16 Orang
Korban Meninggal Tanah Longsor dan Banjir di Lembata Jadi 16 Orang. (digtara.com/immanuel lodja)

digtara.com – Hujan lebat dan angin kencang melanda Kota Kupang, NTT sejak Minggu (4/4/2021) tengah malam hingga Senin (5/4/2021) pagi. Kupang Mencekam: Listrik Padam

Puncak badai terjadi pada pukul 01.00 wita hingga pukul 06.00 wita.

Angin seolah-olah mengamuk disertai hujan yang sangat lebat.

Keadaan semakin memburuk karena jaringan listrik padam total sejak Minggu tengah malam, hingga Senin petang.

Suasana sangat mencekam dan gelap gulita.

Suasana makin mencekam karena bunyi seng dan atap rumah yang sangat keras. Seng dan material beterbangan ke berbagai tempat.

Baca: Sejumlah Rumah Warga Kota Kupang Rusak Diterjang Longsor dan Pohon Tumbang

Sejumlah atap rumah warga ambruk dan warga sulit tidur karena terkena air hujan yang masuk ke dalam rumah. Warga pun sibuk menyelamatkan dokumen dan perabotan rumah tangga serta barang elektronik.

Di sejumlah wilayah di Kota Kupang, pohon-pohon tumbang menimpa rumah dan badan jalan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan