Kondisi 9 Bayi Orangutan dari Malaysia Sudah Membaik, Butuh Proses Rehabilitasi

  • Whatsapp
bayi orangutan
Feng, salah satu bayi orangutan hasil perdagangan hewan di Malaysia kini direhab di Pusat Rehabilitasi di Sibolangit (ist/digtara)

digtara.com – Kondisi kesehatan 9 bayi orangutan dipulangkan dari Malaysia setelah sempat diperjualbelikan semakin membaik. Karena kondisinya masih bayi, butuh waktu lama untuk rehabilitasi sebelum dilepasliarkan

Sembilan orangutan tersebut diberi nama Unas, Shielda, Yaya, Ying, Mama Zila, Feng, Papa Zola, Payet, dan Sai, kini sudah memasuki masa karantina selama 3 bulan.

“Saat ini 9 orangutan ini sudah memasuki tahap karantina 3 bulan. Nah dimasa karantina ini, kami juga mempelajari bagaimana sikap setiap individu-individunya,” ungkap Dokter Hewan Citrakasih Nente, Kamis (4/3/2021) di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan di Sibolangit.

Muat Lebih

Butuh proses yang lama, sebelum melepasliarkan orangutan tersebut. Setelah 3 bulan pertama berlalu, 9 orangutan itu akan memasuki tahap rehabilitasi, dimana satwa liar tersebut akan digabungkan dengan orangutan lainnya sebelum akhirnya di lepas liarkan.

“Dimasa rehabilitasi, mereka akan gabung dengan orangutan lainnya. Sudah tidak bisa kita tangani perindividu. Jadi di masa itu nanti, kita akan mengecek kebutuhannya dimana,” katanya.

Butuh 9 Tahun

Menurutnya, pemulihan orangutan di masa rehabilitasi ini akan memakan waktu lama. Ia menilai hewan mamalia ini di ambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sejak dini. Sedangkan, masa orangutan dari lahir hingga hidup mandiri membutuhkan waktu hingga 9 tahun dari sang induk.

“Ketika orangutan diambil sejak usia muda, maka ia kehilangan kesempatan untuk belajar dari induk. Sementara kita tahu, orangutan dengan induknya di alam membutuhkan waktu 8 hingga 9 tahun untuk belajar. Nah ini tantangan terbesar kami. Kunci merawat orangutan itu kesabaran,” bebernya.

Pembelajaran yang dilakukan dalam masa rehabilitasi ini nantinya, Nente mengatakan pihaknya melakukan sistem sosialisasi. Sosialisasi yang dimaksud adalah saling belajar dari teman sebayanya.

“Pelatihan yang kami lakukan dengan sistem sosialisasi. Sosialisasi inilah yang dilakukan agar Orang Utan ini dapat belajar dengan teman sebayanya karena induk mereka kan tidak ada,” bebernya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan