Kepengurusan Vakum 3 Tahun, PTMSI NTT Gelar Musprovlub

Sabtu, 30 Juli 2022 16:54

digtara.com – Kepengurusan Pengurus Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi NTT vakum sejak 3 tahun terakhir. Musprovlub pun digelar pada Sabtu hari ini.

Musyawarah Provinsi PTMSI provinsi tahun 2019 lalu memilih Isak Eduard Rihi menjadi ketua PTMSI provinsi NTT masa bakti 2019-2023.

Namun baru beberapa bulan menjadi ketua, Isak Eduard Rihi mundur sehingga terjadi kekosongan.

Pengurus pusat PTMSI pun menunjuk Mentereng Sakti dan Muhammad Fachruddin menjadi carateker guna mempersiapkan pemilihan pengurus PTMSI provinsi NTT yang baru.

Sabtu (30/7/2022), PTMSI Provinsi NTT menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) untuk memilih Ketua Umum PTMSI NTT periode 2022-2026.

19 pengurus PTMSI di daerah Provinsi NTT hadir secara daring maupun luring sebagai peserta Musprovlub PTMSI NTT ini.

Pengurus daerah yang tidak hadir dari 22 pengurus PTMSI yang terbentuk daerah adalah dari Manggarai Timur, Sumba Tengah dan Malaka.

“19 pengurus hadir semua,” ujar Sekretaris carateker PTMSI NTT, Muhammad Fakhruddin yang juga Wakil Ketua sidang Musprovlub PTMSI NTT, Sabtu (30/7/2022).

Musprovlub PTMSI NTT ini digelar di Hotel Sylvia Kota Kupang dihadiri juga oleh perwakilan Pengurus Besar (PB) PTMSI dan KONI NTT.
Agenda tunggal Musprovlub PTMSI NTT ini adalah untuk memilih Ketua Umum PTMSI NTT yang ditinggalkan oleh Ishak Eduard Rihi saat mengundurkan diri 2019 lalu.

Bila agenda Musprovlub PTMSI NTT ini selesai, jelasnya lagi, maka segera dilakukan konsolidasi kepengurusan baru dan tim formatur akan bergerak selama sebulan dalam koordinasi, lalu dari KONI pusat merekomendasikan kembali PB PTMSI untuk pengukuhan Ketua Umum PTMSI NTT.

Rencana selanjutnya adalah pengoptimalan kembali sarana prasarana di daerah untuk dapat dipergunakan mendukung kemampuan atlet tenis meja NTT.

Atlet juga akan mendapatkan pelatihan terpadu sesuai dengan rencana kerja jangka menengah, pendek dan rencana jangka panjang, terutama mendekati Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) NTT Oktober nanti, maupun agenda kompetisi ke depan.

Selain itu pelatih berstandar nasional juga akan disiapkan mendukung PON 2028 dimana NTT direncanakan sebagai tuan rumah perhelatan olahraga nasional tersebut.

PB PTMSI, Mentereng Sakti disela-sela acara ini mengingatkan kepada pengurus PTMSI Provinsi NTT yang baru nanti agar merangkul rekan yang lain sehingga musyawarah akan menghasilkan yang terbaik.

Ia berharap agar musyawarah uar biasa tidak terjadi lagi di NTT sehingga perlu bersinergi dengan baik.

“Tenis meja harus jadi idola masyarakat NTT sehingga pilihlah pengurus yang bisa memajukan tenis meja,” tandasnya.

Ia juga berharap agar pasca Musprovl luar biasa segera dibentuk formatur guna melengkapi pengurus dam segera dilakukan pelantikan.

Juga perlu ditindaklanjuti dengan Rapat kerja menyusun program kerja tengah tahunan 2022 dan program kerja tahun 2023.

Sekretaris Umum KONI NTT, Lambert Tukan, saat membuka Musprovlub PTMSI NTT mengharapkan Umum PTMSI NTT terpilih nantinya dapat segera mempersiapkan atlet tenis meja dalam Poprov NTT maupun PON nantinya.

KONI NTT juga menginginkan pengurus PTMSI NTT yang terpilih adalah yang handal, punya perhatian yang tinggi terhadap cabang olahraga ini, juga dengan komunikasi yang baik antar petinggi maupun anggotanya.

Ia mengajak seluruh pengurus kabupaten dan kota PTMSI untuk sepakat bahwa ketua yang terpilih dapat mengakomodasi kepentingan tenis meja NTT.

“KONI juga meminta maaf bila tidak memberi pelayanan yang baik kepada PTMSI maupun atlet bila dalam perhatian terhadap tenis meja masih belum optimal,” ungkap dia.

Musyawarah provinsi luar biasa PTMSI NTT tahun 2022 mengusung tema “Melalui musyawarah provinsi luar biasa PTMSI NTT, kita tingkatkan kaderisasi dan pembinaan atlet tenis meja berprestasi menuju PON 2028 di NTB dan NTT”. (imanuel lodja)

Berita Terkait