Kemarau Melanda, Warga Kabupaten Kupang Konsumsi Air Embung Keruh dan Kotor

Jumat, 28 Agustus 2020 19:05
digtara.com/imanuel lodja
Kemarau Melanda, Warga Kabupaten Kupang Konsumsi Air Embung Keruh dan Kotor

digtara.com – Selain angin kencang, musim kemarau mulai melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga Konsumsi Air Embung Keruh dan Kotor

Sebagian warga di Kabupaten Kupang, NTT kesulitan air bersih, akibat mulai dilanda musim kemarau.

Di Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang misalnya, kurang lebih 300 jiwa yang mendiami Dusun Empat Naeotel, terpaksa mengkonsumsi air embung yang keruh dan kotor.

Di pinggiran embung tersebut terdapat banyak bekas kaki ternak sapi. Sehingga tidak menutup kemungkinan selain warga setempat, ternak sapi juga menggunakan embung sebagai sumber mata air.

Terpaksa

Marthen Tapatab, salah seorang warga Dusun Empat Naeotel, kepada wartawan mengaku, dirinya bersama warga lain kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga terpaksa mengkonsumsi air embung tadah hujan yang dialirkan ke bak penampung.

Baca: Satu Mahasiswi Fakultas Kedokteran Undana Kupang Positif Covid-19

“Terpaksa kami pakai air ini karena tidak ada mata air lain disini. Air dari embung ini kami pakai untuk minum, masak dan cuci,” katanya, Jumat (28/8/2020).

Ia kuatir akan semakin kesulitan mendapatkan air bersih beberapa bulan kedepan, lantaran debit air di embung tersebut semakin menyusut sementara warga menjadikannya sebagai mata air utama.

“Ada mata air tapi di desa tetangga yang jaraknya sampai lima kilometer, kami tidak mau kesana karena hanya bawa dua jerigen. Selain itu akses jalan juga parah jadi kami tidak bisa sewa mobil tangki untuk masuk ke dusun ini. Sopir tangki air tidak mau ambil resiko,” ungkapnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait