JPU: Dakwaan Randy Badjideh Sesuai BAP Penyidik Polda NTT

Kamis, 19 Mei 2022 20:40

digtara.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU), menyampaikan bahwa surat dakwaan terhadap Randy Badjideh telah sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Penyidik Polda NTT.

Hal ini dikemukakan Penuntut umum Kejari Kota Kupang, Herry C. Franklin, dalam sidang dengan agenda replik atau tanggapan penuntut umum atas eksepsi penasehat hukum terdakwa, pada persidangan Kamis (19/5/2022).

“Menurut saudara penasihat terdakwa, surat dakwaan tidak dibuat berdasarkan BAP dan reka ulang adegan. Bahwa dakwaan yang dibuat oleh penuntut umum yang ditujukan kepada terdakwa Randy Suhardy Badjideh adalah merupakan dakwaan yang tidak benar atau palsu karena tidak mengakomodir fakta-fakta yuridis yang telah disampaikan oleh terdakwa yang telah disampaikan di Kepolisian.”

“Tanggapan penuntut umum, bahwa dalam penyusunan surat dakwaan yang kami ajukan ke persidangan atas nama terdakwa Randy Suhady Bajideh alias Randy, adalah atas dasar fakta dari alat bukti keterangan saksi-saksi, alat bukti surat dan alat bukti keterangan ahli sehingga tuduhan bahwa dakwaan yang kami buat dan ajukan adalah tidak benar atau palsu adalah tuduhan yang sangat keji dan tidak berdasar. Dengan demikian, alasan atau keberatan dari saudara Penasehat Hukum terdakwa tersebut harus ditolak,” ujar penuntut umum Herry C. Franklin saat membacakan replik penuntut umum.

Selain itu, penasihat hukum terdakwa juga menilai surat dakwaan yang tidak didasarkan pada hasil penyidikan, dapat dijelaskan bahwa pihaknya selaku penuntut umum sesuai ketentuan pada pasal 14 huruf c KUHAP, yang diberi tugas dan wewenang untuk membuat surat dakwaan dan fakta-fakta yang dimuat dalam surat dakwaan tersebut adalah bersumber dari hasil penyidikan yang telah dihimpun.

“Surat dakwaan dan fakta – fakta yang kami muat dalam surat dakwaan tersebut adalah bersumber dari hasil penyidikan yang telah dihimpun berupa berkas perkara dan kami menerima berkas perkara dimaksud dari penyidik Polri, yaitu Penyidik Polda NTT dengan Berkas Perkara Nomor: BP/66/XII/2021/Ditreskrimum tanggal 27 Desember 2021, yang kemudian setelah diteliti oleh penuntut umum telah dinyatakan lengkap, sehingga kemudian dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti pada tanggal 31 Maret 2022,” jelasnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait