IPW Desak Pengusutan Pelegalan Judi Melalui Klub Sepakbola Diusut Tuntas

Jumat, 26 Agustus 2022 08:42
ist

digtara.com – Indonesia Police Watch (IPW) berharap pelegalan judi di Indonesia melalui klub sepakbola harus diusut secara tuntas dan terang benderang.

“Pasalnya, judi sebagai penyakit masyarakat masih dilarang oleh pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-undang Nomor 7 Tahun 1974, tentang Penertiban Perjudian dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1981, tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, dalam siaran persnya yang diterima digtara.com, Jumat (26/8/2022).

Disebutkan Teguh, seperti yang ditegaskan dalam penjelasan Peraturan Pemerintah, bahwa pada hakekatnya perjudian bertentangan dengan agama, kesusilaan dan moral Pancasila. Serta membahayakan penghidupan dan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Baca: Diperiksa Hari Ini, IPW: Bukan Tidak Mungkin Ferdy Sambo Jadi Tersangka

Pelanggaran tindak pidana itu, lanjutnya diduga dilakukan Persikabo 1973, PSIS Semarang dan Arema Malang. Persikabo 1973 dimasuki sponsor rumah judi SBOTOP yang dipasang di depan kostum timnya dan ada di adboard pinggir lapangan. Secara jelas, hal itu terlihat dalam setiap pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor saat tuan rumah menjamu lawan-lawannya dan disiarkan oleh stasiun televisi.

Dijelaskan, SBOTOP merupakan situs judi yang mengklaim terpercaya, termurah, dan tercepat. Terpercaya untuk melayani pelanggan saat bertaruh di Sbobets. Termurah karena layanan deposit Sbobets termurah yang hanya dengan Rp 10.000 dapat bermain judi online. Tercepat bagi agen judi online dalam bertransaksi.

Sedang PSIS telah bekerjasama dengan Skore88.news yang identik dengan rumah judi Skore88. Sementara Arema Malang bekerjasama dengan Bola88.fun yang berafiliasi dengan rumah judi Bola88.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi sendiri meminta klub-klub peserta liga sepakbola profesional Indonesia untuk menghentikan kerja sama dengan pihak-pihak yang diduga terkait dengan perjudian. “Di sepakbola tidak boleh ada hal yang meresahkan” tegas Yunus dalam ketenangan terpisah.

Mengubah Laporan

Dibagian lain djelaskan Teguh yang ikut mendampingi pelapor ke Bareskrim Polri, meminta kepada pelapor sponsor rumah judi di sepakbola Indonesia, Rio Johan Putra untuk mengubah subyek yang dilaporkannya. Pasalnya, terlapor dalam mengkampanyekan pelegalan judi tersebut tidak boleh korporasi melainkan harus perorangan.

Sehingga, terlapor dalam laporan polisi bernomor: LP/B/0473/VIII/2022/SPKT/Bareskrim Polri mengalami perubahan. Sebelumnya terlapor adalah PSSI, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan tiga klub liga 1 masing-masing Persikabo 1973, PSIS Semarang dan Arema FC.

Namun setelah dilakukan perbaikan oleh Bareskrim Polri, terlapornya adalah Mochamad Iriawan selaku Ketua Umum PSSI, Akhmad Hadian Lukita sebagai Direktur PT LIB. Sementara untuk klub yakni atas nama Bimo Wirjasoekarto selalu Ketua Persikabo 1973, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya sebagai CEO PSIS, dan Gilang Widya Pramana selalu Presiden Arema FC.

Laman: 1 2

Berita Terkait