Imbas Jokowi Larang Ekspor, Harga Sawit Anjlok, Harga Minyak Goreng Tak Juga Turun

Selasa, 26 April 2022 16:00
antara
Harga TBS kelapa sawit turun drastis setelah kebijakan larangan ekspor. Namun harga minyak goreng belum juga turun

digtara.com – Kebijakan pemerintah melarang ekspor minyak goreng dan bahan bakunya membuat harga sawit anjlok. Sayangnya, harga minyak goreng masih tinggi.

Di Riau, salah satu kawasan produsen sawit nasional, harga TBS sawit anjlok hingga 50 persen dibandingkan harga acuan Dinas Perkebunan Riau pekan lalu. Sebelumnya harga sawit di kisaran Rp 3000 per kilogram.

Di Duri, Kabupaten Bengkalis misalnya, harga TBS sawit di RAM pengepul, dihargai Rp 1.500 hingga Rp 1.600.

“Harganya turun, kita ngambil di angka Rp 1.500an,” kata Bobi, seorang juragan alias toke sawit, dihubungi Selasa (26/4/2022).

Menurut dia, ketetapan itu dibuat sesuai dengan harga penjualan di pabrik kelapa sawit.

Sementara para petani mayoritas pada mengeluh dengan kondisi anjloknya harga sawit itu. Diketahui, sawit menjadi komoditi andalan masyarakat Riau selama ini.

“Hajab, turunnya jauh. Entah gimana lah Lebaran ini,” kata Rustam (35), petani sawit di Duri.

Tak sampai di situ, harga TBS sawit yang wilayahnya pelosok justru merasakan keterpurukan lebih mendalam. Misalnya seperti di wilayah Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis.

Lokasinya yang berjarak tempuh 1 hingga 1,5 jam perjalanan darat ini juga terdapat banyak hamparan kebun sawit. Harga di sana justeru lebih murah, bahwa menyentuh harga Rp 900 per kilo.

Hal itu diakui Harahap, seorang pemilik kebun di kawasan tersebut.

“Tadi saya pas jual harganya anjlok se anjlok-anjloknya jadi Rp 900 per kilo,” tutur dia.

Ia berharap, pemerintah dapat membuat kebijakan yang dapat menstabilkan harga TBS sawit kembali.

Harga Minyak Goreng Masih Tinggi

Laman: 1 2

Berita Terkait