Fenomena Ketindihan, Benarkah Karena Ditimpa Makhluk Halus

Senin, 30 Mei 2022 16:43
ilustrasi ketindihan

digtara.com – Sudah bangun tidur tapi sulit menggerakkan tubuh, merasa tidak bisa bicara dan membuka mata. Fenomena itu dikenal dengan istilah ketindihan.

Tapi ternyata fenomena ketindihan tidak hanya populer di Indonesia.

Dikutip dari suara.com – jaringan digtara.com – Masyarakat dari etnis Hmong di Vietnam dan Laos juga mengenalnya dengan istilah dab tsong.

Penduduk Skandinavia menganggap fenomena ini terjadi karena ada setan cilik Mare yang menindih mereka.

Beda halnya dengan kepercayaan orang es kimo yang menganggap ketindihan sebagai fenomena roh manusia yang keluar dari tubuh dan tidak bisa masuk lagi.

Benar atau tidak, ternyata fenomeba ketindihan bisa dijelaskan secara ilmiah, lho!

Dikutip dari Ruang Guru, ketindihan disebut dengan Sleep Paralysis secara ilmiah. Sleep Paralysis dapat terjadi ketika mekanisme otak dan tubuh tidak selaras.

Diketahui bahwa ada empat fase yang terjadi selama tidur. Tahap 1 NREM (NonRapid Eye Movement), Tahap 2 NREM, Tahap 3 NREM, dan REM.

Selama tidur, manusia harusnya melewati semua fase tersebut tanpa terbangun sedikitpun. Apabila tidur sering terbangun, kemungkinan fase berantakan, sehingga saat bangun tidur justru masih merasa lelah.

Ketindihan atau Sleep Paralysis akan terjadi karena bangun saat berada di tengah fase REM. Fase di mana seharusnya tubuh asyik bermimpi dan mengistirahatkan otot-otot.

Jadi, otak mengira kalau tubuh masih tidur, padahal sudah bangun. Otak juga mengira kalau tubuh hanya bermimpi, padahal yang terlihat dunia yang sebenarnya.

Oleh sebab itu, sewaktu ketindihan, kerap melihat sosok aneh yang sebenarnya hanya halusinasi dari mimpi.

Sleep Paralysis semacam ini, disebut dengan hypnopompic sleep paralysis.

Laman: 1 2

Berita Terkait