BSPSU Bersama Pesantren Modern Gelar Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Santri

Kamis, 21 Juli 2022 21:15
ist
Yilozar Parlagutan Pulungan

digtara.com – Badan Silaturahmi Pesantren Sumatera Utara (BSPSU) bersama pengurus Pesantren di Medan, menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Para Santriawan/Santriwati.

Kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula dalam Rangka Mewaspadai Penggunaan Politik Identitas Dilingkungan Pesantren yang bertemakan “Menolak Politik Identitas Serta Politilisasi Agama” bertempat di Pesantren Modern Darul Hikmah, Jalan Pelajar, Medan Kota, Rabu (20/7/2022) malam..

Kegiatan itu dihadiri ratusan peserta Santri tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Ketua Umum BSPSU, Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis, Msi beserta para pengurus dan tenaga pengajar Pesantren.

Ketua BSPSU Drs H Yulizar Parlagutan dalam sambutan dan arahannya mengajak para santriawan/santriwati agar melek Plpolitik dan mengetahuinya sehingga ke depan mereka dapat menentukan dan menggunakan hak suaranya dalam menentukan siapa pemimpin negara ini.

Yulizar menyebutkan, para santriawan/santriwati tidak perlu segan untuk belajar politik diluar kelas ataupun dapat langsung bertanya kepada guru pendidik apabila belum memahami apa arti politik terhadap hak suaranya. Serta manfaatkan perpustakaan pesantren yakni dengan rajin membaca. Sehingga, para santriawan/santriwati didalam dunia perpolitikan lebih cerdas dan menuju kearah yang baik.

“Politik merupakan suatu cara untuk merebut kekuasaan, namun bukan pula penggunaan politik dikaitkan dengan identitas agama, golongan serta lainnya yang menghalalkan segala cara termasuk politik identitas yang membahayakan dan dapat memecah belah kehidupan masyarakat, bangsa dan keutuham NKRI,” jelas Yulizar.

Lebih lanjut, kepada wartawan ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula di pesantren perlu dilakukan.

“Oleh karena itu, mari sosialiasikan politik ini ke tiap pesantren dan bukan hanya kepada para lembaga lembaga yang berkompeten saja. Apalagi sejak dulu Pesantren sudah ada sebelum Republik ini berdiri. Maka mari kita jaga pesantren bersama ini dari isu, fitnah dan hal negatif politik identitas. Bersama kita mensosialisasikan politik identitas ini kepada anak anak (santriawan/santriwati) agar mereka bisa lebih memahami,” ucap Yulizar.

Diakhir Yulizar menghimbau para santriawan/santriwati untuk tidak ragu menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2024.

Berita Terkait