BP JAMSOSTEK Akan Berikan Hak Pekerja PLN yang Tewas Tersengat Listrik di Langkat

digtara.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) akan memberikan hak kepada Suroto (50) warga Dusun II, Desa Suka Dame Timur, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat yang tewas diduga tersengat listrik tegangan tinggi.

Korban meninggal saat melakukan perbaikan di Dusun IV, Desa Padang Tualang, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Kamis (25/2/21) sekitar pukul 18.30 wib lalu.

Hak berupa jaminan kematian ketika melaksanakan tugas dan pekerjaan bagi korban serta beasiswa pendidikan untuk 2 orang anak sampai dengan tamat kuliah atau sarjana (S1) nantinya akan diberikan setelah seluruh berkas administrasi kepesertaan telah diselesaikan pihak perusahaan.

Muat Lebih

Kabid Kepesertaan BPJAMSOSTEK Cabang Binjai Yenita mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan tempat korban bekerja, yaitu, PT. KSO Wahana Maduma terkait hak yang akan diterima korban.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan vendor PLN PT. KSO Wahana Maduma, terkait kepesertaan korban yang meninggal saat bekerja kemarin pak,” kata Yenita, Sabtu (27/2/21).

Dijelaskan Yenita, jaminan atas kecelakaan kerja yang nantinya diserahkan, berupa uang tunai dengan penjumlahan dari upah yang dilaporkan oleh pihak perusahaan ketika mendaftarkan korban sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

“Kepada ahli warisnya, nanti akan menerima uang santunan sejumlah 48 kali gaji yang dilaporkan, misalnya upah yang dilaporkan sesuai UMR Kota Binjai. Jadi gajinya kita kalikan 48 dan total itulah yang akan diterima,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yenita, karena korban didaftarkan dengan 4 program di BPJAMSOSTEK, korban melalui ahli warisnya juga akan menerima uang dari Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun yang akan diserahkan sekaligus.

“Almarhum itu didaftarkan ikut 4 program ke kita, jadi, selain jaminan kematian, ada JHT dan JP, nanti diserahkan sekalian, untuk nominalnya, selanjutnya saya kabari, karena masih dalam perhitungan,” tutur Yenita.

Yenita juga menambahkan, untuk penghitungan pasti nominal yang nantinya akan diserahkan kepada pihak keluarga atau ahli waris korban, masih menunggu dari surat keterangan rumah sakit dan hasil cek kasus secara langsung di lapangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan