Belasan Ekor Kura-kura Leher Ular Asal Rote Ndao Dipulangkan dari Singapura

Jumat, 24 September 2021 09:46
ist
Kura-kura leher ular endemik Pulau Rote

digtara.com – Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melakukan upaya repatriasi dengan mengembalikan 13 kura-kura  leher ular endemik Pulau Rote dari Singapura.

Repatriasi atau pemulangan kembali kura-kura leher ular itu ke habitat asalnya di Pulau Rote, dilakukan sebagai upaya pemulihan populasinya di alam.

Inisiatif repatriasi ini dilaksanakan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) dengan dukungan Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP).
Program ini juga melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan LHK Kupang, sebagai institusi riset KLHK di Kupang.

kura-kura leher ular Pulau Rote
Kepala Balai Besar KSDA NTT, Arief Mahmud memperlihatkan kura-kura leher ular endemik Pulau Rote dari Singapura. (ist)

Kura-kura yang dikirimkan oleh Wildlife Reserves Singapore/Mandai Nature ini merupakan hasil pengembangbiakan (captive breeding) di kebun binatang di Amerika dan Eropa yang merupakan bagian dari European Association of Zoo and Aquaria (EAZA) dan Association of Zoos and Aquariums (AZA).

Kepala Balai Besar KSDA NTT, Arief Mahmud mengatakan, status kura-kura Rote merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya ditemukan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

“Jenis ini merupakan satu dari 30 jenis kura-kura di Indonesia, dan salah satu kura-kura paling terancam punah di dunia,” jelasnya, Jumat (24/9/2021) .

Menurutnya, spesies ini masuk dalam daftar Arah Strategi Konservasi Jenis Nasional dan ditetapkan sebagai jenis dilindungi, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak tahun 2018 karena populasinya yang terus menurun.

Laman: 1 2

Berita Terkait