Banyak Kejanggalan, Keluarga Korban Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang Minta Autopsi Ulang

Jumat, 21 Januari 2022 08:04
dok
Randy tersangka tunggal kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang

digtara.com – Keluarga korban pembunuhan ibu dan anak (Astrid dan Lael) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kuasa hukum Adithya Nasution meminta Polda untuk melakukan autopsi ulang terhadap jenazah kedua korban. Permintaan itu dilakukan karena banyak kejanggalan dalam kasus tersebut.

Kuasa hukum telah menyurati Polda dan Kejati NTT untuk meminta dilakukan otopsi ulang.

Surat kepada Polda NTT itu tembusannya ke Rumah Sakit Polri di kramat jati.

Baca: Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polda NTT Periksa Mantan Polisi

Adithya Nasution mengatakan, permintaan autopsi ulang menjadi hal yang penting untuk mengembangkan kasus ini menjadi lebih terang benderang.

“Terlepas dari Polda menyatakan tidak ada petunjuk autopsi ulang, kami bukan tanpa alasan meminta untuk otopsi ulang. Menurut kami ada yang putus dari rangkaian kejadian di Penkase,” ungkapnya, Jumat (21/1/2022).

Ada Sejumlah Luka dan Banyak Darah

Menurut Adithya, selain polisi pihaknya juga melihat hasil visum terhadap kedua jenazah.

Hasil visum menunjukkan ada luka memar, luka pada dada, wajah, tangan akibat benda tumpul serta tanda-tanda mati lemas.

Baca: Pra Rekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang, Dihabisi di Dalam Mobil

Hal ini sangat bertentangan dengan pra rekonstruksi maupun rekonstruksi yang telah dilaksanakan pada bulan Desember 2021 silam.

“Kenapa kami minta otopsi ulang, karena pada saat rekonstruksi kami lihat di adegan 21 di tempat cucian mobil, itu jelas saksi menyatakan bahwa saksi melihat banyak darah di bagian baris kedua dan ketiga mobil, yang mana darah tersebut baunya sudah tak sedap,” bebernya.

Laman: 1 2 3 4

Berita Terkait