Asal Usul ‘Wanita Emas’ Mischa Hasnaeni Moein yang Kini Tersandung Kasus Korupsi

Kamis, 22 September 2022 21:41
Mischa Hasnaeni Moein alias Wanita Emas saat ditahan Kejagung menjerit histeris. Foto kanan saat Wanita Emas di tengah KLM Demokrat. (Suara.com/IST)

digtara.com – Nama Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal, Mischa Hasnaeni Moein alias Wanita Emas kembali ramai. Bukan karena namanya yang sempat mencuat di dunia politik, melainkan lantaran ia menjerit saat ditahan dan akan dimasukkan ke mobil tahanan akibat kasus korupsi.

Lantas, bagaimana asal-usul atau arti julukan Wanita Emas yang melekat pada Hasnaeni Moein.

Diketahui, nama Hasnaeni Moein pernah ramai dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2012. Kala itu, dia menyatakan diri siap maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Namun, dalam perjalanannya, tak ada satu pun partai yang mau mengusungnya. Dalam Pilkada DKI Jakarta 2012, ada enam pasang calon gubenur-wakil gubernur, yang akhirnya dimenangkan Jokowi-Ahok, mengalahkan petahana Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Bukan sekali dia ingin bertarung di Pilkada DKI Jakarta. Menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017, dia juga sudah rajin blusukan setahun sebelumnya. Lagi-lagi, namanya gagal masuk sebagai calon gubernur.

Pada Pilkada 2017 hanya ada tiga calon gubernur. Melalui putaran kedua, Pilkada Jakarta 2017 dimenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mengalahkan Ahok-Djarot.

Saat memproklamirkan diri untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta, Hasnaeni Moein sempat menarik perhatian. Karena wajahnya banyak nampang di metro mini. Dalam stiker menyebutkan dirinya dengan slogan wanita emas.

Ternyata, julukan wanita emas ini bukan muncul hanya pada Pilkada DKI Jakarta. Jauh sebelum itu, dia sudah menjuluki dirinya dengan wanita emas.

Hal ini terungkap saat dia diundang wawancara yang diunggah lewat Youtube Kompas TV berjudul Ini Ramadhan ala Sang “Wanita Emas”.

Dalam wawancara itu, dia mengungkapkan julukan wanita emas muncul pada tahun 2010, saat Pilkada Kota Tangerang Selatan. Saat itu, dia juga memprokamirkan untuk menjadi calon wali kota Tangerang. Sayangnya, dia gagal jadi calon.

Pada Pilkada Tangsel 2010 menarungkan empat pasangan calon. Calon terkuatnya adalah Arsid-Andre Taulany dan Airin Rachmi-Benyamin Davnie. Yang kemudian dimenangkan Airin-Benyamin.

Hasnaeni pun bercerita, saat dia ingin maju sebagai wali kota Tangsel, dia berpikir bahwa Tangsel bermasalah dengan sampah.

Laman: 1 2

Berita Terkait