Aksi Nekat Jurnalis dan LSM Bawa Bocah yang Ketiaknya Bolong ke Rumah Sakit

Kamis, 25 Agustus 2022 21:52

digtara.com – Meskipun tanpa adanya persiapan biaya, para wartawan, aktivis dan LSM nekat membawa Nia Rahmadani Hutasuhut (5) bocah yang ketiaknya bolong karena infeksi, untuk mendapatkan penanganan medis, Kamis (25/8/2022).

Itu dilakukan karena kekhawatiran kondisi Nia semakin memburuk karena infeksi yang dideritanya.

“Setelah kita terjun langsung melihat penyakit Nia Rahmadani yang kami nilai sudah kritis. Disitu tadi kita langsung sepakat untuk melarikan Nia ke RSUD Inanta Kota Padangsidimpuan dan Alhamdulillah sekarang adek kita sudah ditangani medis,” ujar Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kota Padangsidimpuan Mardan Eriansyah Siregar.

Sementara itu Zuli Zega yang merupakan aktivis anak dari Yayasan Burangir mengaku akan menindak lanjuti berkas keperluan untuk BPJS pengobatan Nia Rahmadani .

“Namun sebelum berkasnya selesai, tentunya Keluarga Nia Rahmadani butuh biaya pengobatan. Untuk itu kita sudah menggalang rekan-rekan dan kita sepakat untuk membuat open donasi, Buat dermawan yang ingin berpartisipasi silahkan kirim ke nomor rekening.

“2008196721 An. Burangir, Bank Syariah Indonesia, 23002030084154 An/ Martua Siregar, Bank Sumut, Kades Aek Bayur,” ujar Zuli Zega.

Sebelumnya diberitakan, Nia Rahmadani Hutasuhut bocah berusia 5 tahun, Warga Desa Aek Bayur, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan harus menahan sakit di bawah lengannya karena berlobang akibat infeksi.

Anak dari pasangan Syahril Hutasuhut dan Rosmawita ini belum memiliki BPJS dan latar belakang keluarga kurang mampu kepada media menjelaskan tidak membawa anaknya berobat karena biaya.

“Ia bang ngak ada biaya, takut kesana makanya hanya berkusuk,” kata Rosmawita dengan mata memerah.

ia Rosmawita menceritakan, awalnya dua pekan lalu anaknya yang berusia 5 tahun tersebut jatuh saat bermain dan keesokan harinya sakit lalu hanya dibawa berkusuk.

“Udah kubawa bang berobat kusuk, dan sepekan lalu ke Pustu. Lalu empat hari lalu lengannya berlobang sedalam 5 centimeter,” ucap ibu yang bekerja serabutan ini.

 

Berita Terkait