7 Kejanggalan Kasus Baku Tembak di Rumah Irjen Ferdy Sambo yang Timbulkan Asumsi Liar

Sabtu, 16 Juli 2022 21:48
int
Irjen Ferdy Sambo bersama Brigadir J

digtara.com – Kasus baku tembak Polisi di Rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo menjadi perhatian besar saat ini. Beragam asumsi liar muncul disebabkan beragam kejanggalan yang terjadi di balik pengusutan kasus tersebut.

Merangkum berbagai sumber, ada 5 kejanggalan yang kemudian menimbulkan asumsi liar publik.

Dimulai dari soal CCTV rusak, kronologi, senjata pistol hingga kondisi Brigadir J yang tewas dalam peristiwa itu.

1. CCTV disebut Rusak

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat telah meminta polisi untuk membuka rekaman CCTV di rumah dinas Kadiv Propam Polri itu.

Namun, polisi memastikan tidak ada kamera CCTV yang merekam kejadian baku tembak antara brigadir J dan Bharada E.

Sebab, seluruh CCTV di rumah Kadiv Propam Polri rusak.

“Kami juga mendapatkan bahwa di rumah tersebut memang kebetulan CCTV rusak. Rusak sejak dua minggu lalu, sehingga tidak dapat kami dapatkan,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto.

2. Decoder CCTV di komplek dicabut, kemana rekamannya?

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengakui anggotanya mencabut dekoder CCTV di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Dekoder CCTV itu diganti sehari usai insiden baku tembak yang melibatkan dua polisi di rumah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022).

Herdi menyebut dekoder CCTV yang diganti itu adalah yang berada di pos keamanan kompleks dan merekam kondisi lingkungan kompleks Polri.

Laman: 1 2 3 4

Berita Terkait