Jumat, 09 Oktober 2026

Kemenhaj Gandeng BKN Perkuat Transparansi, CAT PPIH 2027 Non Nakes Digelar Serentak 35 Titik Se-Indonesia

Seleksi PPIH 2027 Non Nakes
Ahsan Fauzi - Sabtu, 05 September 2026 17:16 WIB
Kemenhaj Gandeng BKN Perkuat Transparansi, CAT PPIH 2027 Non Nakes Digelar Serentak 35 Titik Se-Indonesia
Humas Kemenhaj
Para peserta seleksi PPIH Non Nakes saat mengikuti CAT di Kantor BKN Semarang, Sabtu (05/09/2026)

digtara.com - Sebanyak 1.344 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter Non Nakes mengikuti Computer Assisted Test (CAT) serentak di 35 titik kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan unit pelaksana teknis BKN di berbagai daerah di seluruh Indonesia, Sabtu (05/09/2026).

Baca Juga:

Seleksi tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah menggandeng BKN. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah memperkuat proses seleksi petugas yang objektif, terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peserta CAT terdiri atas calon PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi formasi nonkesehatan. Untuk PPIH Arab Saudi, seleksi mencakup enam layanan, yakni Bimbingan Ibadah, Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Jemaah Lansia dan Disabilitas, serta Media Center Haji.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo mengatakan pelibatan BKN merupakan bagian dari penguatan tata kelola seleksi petugas haji.

"Tahun ini Kemenhaj menggandeng BKN dalam pelaksanaan CAT. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan profesional," kata Puji di Jakarta.

Menurut Puji, penggunaan sistem CAT memungkinkan proses ujian berlangsung dengan standar yang seragam dan hasilnya dapat dipantau secara langsung atau live selama pelaksanaan.

Baca Juga:

"Yang kami cari adalah peserta yang memiliki kemampuan teknis, integritas, manajerial dan orientasi pelayanan kepada jemaah," ujarnya.

Puji mengatakan petugas haji nantinya akan berhadapan dengan beragam kebutuhan jemaah, termasuk jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Karena itu, kemampuan teknis perlu diiringi kesiapan mental, integritas, dan komitmen pelayanan.

"Petugas haji adalah bagian penting dari wajah pelayanan haji. Karena itu, proses untuk memilihnya harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Puji.

Puji membeberkan, pelaksanaan CAT yang digelar di 35 titik BKN dan unit pelaksana teknis BKN juga memudahkan peserta mengikuti ujian dari daerah masing-masing. Hasil CAT selanjutnya menjadi salah satu bahan penilaian dalam rangkaian seleksi PPIH untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.

"Kami (Kemenhaj, red) memastikan proses seleksi dilakukan dengan mengedepankan prinsip integritas dan profesionalitas untuk mendapatkan petugas yang memiliki kompetensi sekaligus komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah," pungkas Puji. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sertifikasi PIHU UIN Walisongo, Pembimbing Haji Diminta Pastikan Ibadah Jemaah Sah

Sertifikasi PIHU UIN Walisongo, Pembimbing Haji Diminta Pastikan Ibadah Jemaah Sah

Haji 2027, Jateng Dapat Kuota 34.122 Jemaah, 1.716 Masuk Prioritas Lansia

Haji 2027, Jateng Dapat Kuota 34.122 Jemaah, 1.716 Masuk Prioritas Lansia

Haji 2027, Kemenhaj Jateng Minta Petugas Siapkan Mitigasi Risiko Sejak Dini

Haji 2027, Kemenhaj Jateng Minta Petugas Siapkan Mitigasi Risiko Sejak Dini

Manasik Haji di Era Digital, Kemenhaj Jateng Dorong Pembimbing Kuasai IT

Manasik Haji di Era Digital, Kemenhaj Jateng Dorong Pembimbing Kuasai IT

Akhmad Fauzin: Petugas Haji Harus Layani Jemaah Lansia dan Disabilitas secara Adil

Akhmad Fauzin: Petugas Haji Harus Layani Jemaah Lansia dan Disabilitas secara Adil

Rektor UIN Walisongo: Pembimbing Haji Perlu Kuasai Komunikasi dan Manajemen Konflik di Era Digital

Rektor UIN Walisongo: Pembimbing Haji Perlu Kuasai Komunikasi dan Manajemen Konflik di Era Digital

Komentar
Berita Terbaru