Ribuan warga Sumba Tengah serbu 9 Gerai Vaksin Presisi Polri
digtara.com – Polres Sumba Barat gencar melakukan vaksin bagi warga yang belum mendapatkan layanan vaksin Covid-19.
Baca Juga:
Selama tiga hari, Polres Sumba Barat menggelar vaksin di sejumlah lokasi.
Kepala Kepolisian Resor Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH terus mendorong program vaksinasi dalam rangka mendukung percepatan vaksinasi COVID-19 bagi seluruh lapisan masyarakat terkhusus di wilayah hukumnya.
Sejak Rabu (29/12/2021), Polres Sumba Barat menggelorakan vaksinasi lewat “Serbuan Gerai Vaksin TNI-POLRI†di 9 Desa di Kabupaten Sumba Tengah yakni Desa Tanambanas, Desa Mbilur, Desa Weluri, Desa Bolubokat Utara, Desa Umbu Mamijuk, Desa Maderi, Desa Kabelawuntu, Desa Malinjak dan Desa Wendewa Utara.
Vaksinasi yang dilaksanakan di 9 titik itu disambut dengan antusias oleh masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan telah tervaksinnya 1.068 orang warga Sumba Tengah, baik itu anak muda maupun lansia.
Vaksinasi terus digelar untuk mendukung program yang telah dicanangkan oleh pemerintah guna menekan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia sehingga dapat terwujudnya kekebalan kelompok (herd immunity).
“Vaksin melatih sistem imun tubuh kita agar dapat melawan penyakit, yang disebut antibodi. Apabila antibodi sudah terbentuk maka kecil kemungkinan kita terpapar penyakit dalam hal ini Covid-19,†ujar kapolres, Kamis (30/12/2021).
Vaksinasi COVID-19 di wilayah hukumnya, tambah Kapolres berjalan lancar berkat dukungan semua pihak.
Tim vaksinator dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten termasuk masyarakat yang proaktif terhadap vaksinasi.
Vaksinasi digelar selama tiga hari mulai tanggal 29 sampai 31 Desember 2021 nanti.
“Polres Sumba Barat siap mendukung percepatan vaksinasi guna menekan lonjakan COVID-19,†tandasnya.
Vaksinasi COVID-19 rupanya menjadi kesadaran masyarakat Sumba Tengah untuk mengurangi risiko terinfeksi Virus Corona.
Umbu Gauka, warga Desa Malinjak mengakui ia rela menahan nyeri saat disuntik vaksin.
“Baru saja saya disuntik vaksin Sinovac dosis kedua. Pertama rasanya nyeri saat disuntik, setelahnya biasa. Supaya terhindar dari COVID-19,” tandasnya. (imanuel lodja)
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan