Senin, 09 Februari 2026

Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh; NU Harus Bisa Memberi Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Harlah Se-Abad NU Masehi
Ahsan Fauzi - Selasa, 03 Februari 2026 11:50 WIB
Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh; NU Harus Bisa Memberi Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Tim MWC NU Dempet
Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidillah Shodaqoh saat menyampaikan tausiah Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-1 Abad Masehi di MWC NU Dempet, Minggu (01/02/2026)

digtara.com - Suasana berbeda tampak jelas terasa saat peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-1 Abad Masehi yang di gelar di Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, berlokasi yang masih berstatus proyek pembangunan, tepatnya di halaman Gedung Kantor MWCNU Dempet di Dukuh Tempel, Desa Balerejo, Minggu (01/02/2026).

Baca Juga:

Dalam harlah se-abad NU Masehi tersebut, ratusan warga NU dari berbagai penjuru kecamatan berkumpul dengan penuh antusias. Mereka datang bukan untuk duduk manis di balai pertemuan yang mewah, melainkan berdiri di atas tanah yang sedang digali untuk menancapkan fondasi peradaban baru NU di Dempet. Kehadiran Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidillah Shodaqoh di lokasi tersebut menjadi magnet utama, memberikan warna tersendiri bagi peringatan seabad NU di Kota Wali ini.

Dalam tausiahnya, KH. Ubaidillah Shodaqoh atau yang akrab disapa Mbah Yai Ubed langsung mengajak seluruh jamaah untuk menengok ke belakang sekaligus mensyukuri karunia Allah. Ia menegaskan bahwa Demak bukanlah daerah biasa, melainkan tanah berkah yang dipilih menjadi pusat Kerajaan Islam Bintoro dan cikal bakal peradaban Islam di Pulau Jawa.

"Sejarah agung ini, harus menjadi spirit dan fondasi gerak bagi seluruh warga NU di Kecamatan Dempet. Ia mengingatkan bahwa rasa syukur yang paling nyata adalah dengan menjaga tradisi amaliyah para Wali Songo, namun tetap dibekali dengan fikroh pemikiran ke-NU-an yang adaptif terhadap perkembangan zaman," ucap Kiai Ubed.

Mbah Kiai Ubed tidak berbicara seperlunya mengenai manajemen organisasi, melainkan lebih menyentuh substansi keikhlasan dan kemanusiaan. Di hadapan para Kiai, pengurus, dan aparat pemerintahan, ia memberikan wejangan yang cukup keras namun penuh cinta kasih agar menjaga soliditas internal. Ia menilai bahwa mencari pemimpin yang sempurna adalah hal yang sia-sia, karena kesempurnaan hanya milik Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, ia meminta para pengurus untuk saling melengkapi dan menutupi kekurangan satu sama lain.

"Saya berpesan agar warga NU Dempet tidak terlalu larut dalam hiruk pikuk dinamika politik di tingkat pusat atau PBNU. Fokus utama adalah bagaimana NU bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat," pesan Mbah Ubed.

Sebuah kalimat yang menohok pun meluncur, ia menyatakan bahwa jika di wilayah NU Dempet sampai ada satu warga yang tidak makan dalam sehari, maka lebih baik NU di wilayah tersebut dibubarkan saja. Pesan ini menjadi pengingat bahwa khidmah atau pelayanan kepada umat adalah tujuan utama yang tidak bisa ditawar.

Terkait dengan lokasi acara yang berada di tengah proyek pembangunan gedung, Mbah Ubed memberikan tantangan konkret. Ia meminta agar seluruh komponen NU di Dempet serius mempercepat pembangunan Gedung Kantor MWCNU ini. Tidak main-main, Mbah Uned menargetkan agar pembangunan fisik gedung tersebut harus tuntas dalam jangka waktu lima bulan ke depan. Gedung ini, menurutnya, nantinya akan menjadi sarana penting atau washilah untuk menunjang berbagai program keumatan dan pelayanan sosial bagi jamaah. Secara mengejutkan dan penuh kekeluargaan, Mbah Ubed yang dikenal dengan kesederhanaannya, memberikan contoh langsung bagaimana berbagi itu mudah. Saat ada seorang pedagang keliling lewat di tengah acara, ia spontan mengeluarkan uang dari dalam pecinya untuk diberikan sebagai infaq, sebuah tindakan yang seolah menegaskan bahwa kebaikan tidak harus menunggu besar atau kaya.

Sementara itu, progres pembangunan dan pelaporan dana disampaikan oleh KH. Muhammad Roghib, ST selaku Panitia Pembangunan. Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat 30 tiang MWC yang sedang dikerjakan melalui skema lelang pertiang senilai Rp1,5 juta, serta harga tanah wakaf sebesar Rp400 ribu per meter persegi.

"Alhamdulillah, momen Harlah NU ke-1 Abad ini dimanfaatkan untuk menggelontorkan infaq pembangunan, yang terkumpul secara spontan hingga hampir Rp7 juta rupiah," ucap Roghib.

Roghib melanjutkan, panitia masih membuka lebar kesempatan bagi para dermawan yang ingin berpartisipasi melalui jalur transfer bank. Donasi bisa dikirim ke rekening Bank Jateng dengan nomor rekening 3-031-46925-1 atas nama MWC NU Dempet, atau rekening BRI dengan nomor rekening 228301014955508 atas nama Daimul Huda.

"Untuk memudahkan koordinasi, konfirmasi transfer dapat dilakukan kapan saja melalui nomor WhatsApp milik H. Muhammad Roghib di 0813-9039-5677, Umar Said di 0857-1378-9140, dan Daimul Huda di 0853-2512-1910," terangnya.

Sementara itu, Plt Camat Dempet, Drs. Haryoto, M.H, menyatakan optimisme yang tinggi bahwa pembangunan gedung ini akan cepat selesai berkat kolaborasi yang baik antara NU dan pemerintah, baik di tingkat kecamatan maupun desa.

"Sinergi ini dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur di Dempet," ungkapnya.

Selain jajaran MWC NU bserta banom-banomnya, dalam kesempatan ini, turut hadir pula mantan Camat Dempet Bapak Sarkawi, S.H., M.H, Kepala KUA Ahmad Abror, S.Ag, dan Kapolsek Dempet AKP Ririk Solekul Hadi, S.E, yang menunjukkan kekompakan antara ulama dan umaro. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru